Isometric Art adalah suatu jenis seni visual yang menggunakan perspektif isometrik. Dalam perspektif ini, objek-objek yang digambarkan memiliki ukuran yang proporsional dan tetap, tanpa adanya distorsi perspektif. Seni isometrik cenderung menghasilkan gambar yang terlihat datar dan geometris, dengan sudut pandang yang sejajar dengan garis-garis horizontal, vertikal, dan diagonal. Teknik ini sering digunakan dalam desain grafis, ilustrasi, dan permainan video untuk menciptakan tampilan yang unik dan menarik. Dengan menggunakan isometrik art, kita dapat menciptakan dunia yang tampak nyata namun tetap memiliki gaya visual yang khas.
Apa itu Seni Isometrik? – Pernahkah kamu bermain game? Pasti pernah, walaupun kamu bukan seorang gamer, setidaknya kamu pasti pernah mendengar tentang game seperti The Sims, Age of Empires, Fallout, SimCity, dan Dota2. Beberapa game yang disebutkan tersebut memang berbeda dalam genre dan mode permainannya. Namun, ada satu hal yang membuat mereka sama, yaitu penggunaan seni isometrik. Ya, game-game tersebut menggunakan proyeksi isometrik dalam tampilan lingkungan permainannya, di mana sudut pandang objek diputar sedemikian rupa sehingga menciptakan efek tiga dimensi. Proyeksi isometrik dapat dianggap sebagai metode untuk menampilkan objek tiga dimensi ke dalam ruang dua dimensi dengan tetap mempertahankan unsur tiga dimensinya (volume). Jika menggunakan aplikasi grafis 3D seperti Blender dan AutoCAD untuk membuat objek isometrik, tentu saja akan sangat mudah. Namun, jika kita menggunakan Photoshop, Adobe Illustrator, atau CorelDraw, kita perlu bekerja sedikit lebih keras di sini. Apa itu ISOMETRIK? Istilah isometrik berasal dari bahasa Yunani, yang berarti ukuran yang sama (equal measure). Dengan kata lain, isometrik menunjukkan setiap sisi objek dengan sudut proyeksi yang sama, yaitu 30 derajat dari garis horizontal atau sudut antara sumbu proyeksi x, y, dan z adalah 120 derajat. Hal ini membuat setiap sisi objek mendapatkan porsi yang sama dalam bidang kerja. Isometrik digunakan agar setiap sisi objek bisa terlihat (sisi kanan, kiri, atas). ISOMETRIC PROJECTION vs NEAR-ISOMETRIC PROJECTION Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, isometrik sebenarnya menggunakan proyeksi sudut 30 derajat dari garis horizontal. Namun, saat ini kebanyakan desainer menggunakan proyeksi 2:1 atau yang biasa disebut dengan near-isometric projection yang telah lama digunakan sejak era pixel art. Proyeksi sudut yang digunakan dalam near-isometric projection adalah 26.565 derajat. Hal ini disebabkan karena sudut 30 derajat membuat objek terlihat terlalu curam. Selain itu, jika objek disimpan dalam format piksel, maka akan terjadi aliasing (tampilan bergerigi, melengkung pada garis jika ditampilkan pada monitor resolusi rendah). Walaupun demikian, ada beberapa desainer yang tidak terlalu mempermasalahkan ini dan lebih menyukai proyeksi 30 derajat. Pada objek vektor, aliasing tidak akan terjadi, sehingga 26.565 derajat dan 30 derajat akan sama saja. Selain itu, komputer saat ini sudah mampu mengatasi masalah aliasing dengan menggunakan anti-aliasing. Namun, dari sudut pandang pribadi saya, saya lebih suka menggunakan proyeksi 2:1, karena hasilnya terlihat lebih enak dipandang. Untuk membandingkan kedua jenis sudut tersebut, kamu bisa melihatnya pada gambar di bawah. Apapun itu, bagi kamu yang baru memulai untuk mencoba membuat grafis isometrik, silakan mencoba kedua versi tersebut, dan pilih yang membuatmu nyaman dalam bekerja. SUMBU? Sumbu atau poros adalah hal yang sangat penting dalam isometrik. Sumbu yang digunakan adalah sumbu X, Y, dan Z. Penggunaan ketiga sumbu ini bertujuan agar objek yang digambarkan dengan metode isometrik akan menampilkan sisi kiri, sisi kanan, dan tampak atas dari objek tersebut. MENENTUKAN SKALA OBJEK Dalam isometrik, biasanya ukuran panjang, lebar, dan tinggi objek dihitung dengan unit grid. Misalnya, 1x1x2 artinya: panjang = 1 grid, lebar = 1 grid, tinggi = 2 grid. PEWARNAAN OBJEK ISOMETRIK Karena ini adalah objek tiga dimensi yang digambarkan dalam bidang dua dimensi, tentu saja pewarnaan menjadi sangat penting agar objek terlihat normal dan tidak aneh. Yang perlu diperhatikan adalah arah datangnya cahaya. Jika cahaya datang dari arah kiri, maka sisi kanan objek akan berwarna lebih gelap daripada sisi kiri objek. Begitupun sebaliknya. Aturannya adalah: a. Cahaya dari kiri atas – Bagian atas = terang – Sisi kiri = normal – Sisi kanan = gelap b. Cahaya dari kanan atas – Bagian atas = terang – Sisi kanan = normal – Sisi kiri = gelap. Sehingga, walaupun warna objek itu sama, namun ada perbedaan intensitas gelap terang di setiap sisi. Kamu bisa menggunakan aturan pewarnaan monokromatik untuk menciptakan perbedaan intensitas ini. Jika objek yang kamu buat sudah lebih kompleks, kamu membutuhkan palet warna (Color palette) agar objekmu terlihat harmonis. Kamu bisa menggunakan beberapa opsi berikut: a. Menggunakan foto referensi untuk mengambil warna dengan Eyedropper Tool b. Memilih warna secara manual dari color palette yang disediakan oleh software c. Menggunakan website yang menyediakan kombinasi warna seperti Adobe Kuler, ColourLovers, Paletton, atau Pictaculous untuk menghasilkan palet warna dari foto yang kamu unggah secara otomatis. Secara pribadi, saya biasanya menggunakan semua opsi di atas. Setelah mendapatkan palet warna dan menentukan arah cahaya, langkah selanjutnya untuk menambahkan kedalaman pada elemen objek adalah dengan menambahkan strokes (outline). Strokes atau outline ini harus berwarna lebih terang daripada bagian atas objek. Jika kamu mau sedikit menambah pekerjaan, tidak ada salahnya untuk mengedit outline atau strokes tersebut. Kamu bisa memilih Round Corner untuk mengatur sudut dan Round Cap untuk mengatur ujung garis. Mungkin ada yang berpikir bahwa ini tidak terlalu penting, karena garis outline tersebut akan sangat kecil dan tidak akan terlalu terlihat pada hasil akhir desain. Namun, terkadang miter corner dan square caps yang menjadi default outline menghasilkan bentuk runcing yang aneh. Sekali lagi, ini adalah pilihanmu. Inilah sedikit pengenalan awal kita terhadap seni isometrik atau seni isometrik grafis. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan memicu kita untuk berkreasi. Postingan selanjutnya akan membahas seni isometrik lebih lanjut. Jadi, jangan pergi ke mana-mana 😀 Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan tinggalkan komentar. Pastikan artikelnya ramah dan nyaman dibaca oleh manusia.