Belajar Hacking dari Awal – TechSigntic adalah platform pembelajaran yang mengajarkan keterampilan dan pengetahuan hacking kepada para pengguna dengan pendekatan yang terstruktur dan komprehensif. Kami menyadari bahwa hacking sering dianggap sebagai kegiatan ilegal, namun kami ingin menekankan bahwa tujuan kami adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang dunia hacking dengan tujuan yang positif, seperti keamanan sistem dan perlindungan terhadap serangan cyber. Dalam kursus ini, Anda akan dipandu melalui langkah-langkah dasar, konsep-konsep kunci, dan teknik-teknik hacking yang penting untuk memahami cara kerja sistem dan bagaimana melindungi diri dari serangan. Mari bersama-sama memperluas pengetahuan tentang hacking secara etis dan membangun keahlian yang kuat dalam keamanan siber.
Belajar Hacking dari Awal: Mengenal Dunia Hacking Secara Mendalam

Di era digital saat ini, hampir semua aspek kehidupan telah terkomputerisasi dan fenomena internet of things semakin marak. Dalam situasi seperti ini, tindakan Cracking dan Hacking menjadi semakin populer. Banyak anak muda yang tertarik untuk menjadi hacker, entah hanya untuk mencitrakan diri, suka tantangan dalam dunia hacking, atau bahkan memiliki niat jahat untuk keuntungan pribadi.

Pemahaman tentang dunia hacking menjadi sangat penting jika ingin bekerja di bidang keamanan. Namun, pada artikel ini kita tidak akan membahas cara nge-hack sebuah sistem secara spesifik. Kita akan memulainya dengan pengenalan awal terhadap hacking, karena memahami sesuatu harus dimulai dari awal.

Pertanyaan paling dasar yang perlu kita bahas adalah: APA ITU HACKING?

Hacking berasal dari bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia artinya peretasan. Dalam pandangan yang positif, hacking dapat dianggap sebagai aktivitas untuk menguji sejauh mana keamanan suatu sistem, baik itu software maupun jaringan komputer. Hacker biasanya juga dipekerjakan oleh pemerintah untuk melindungi situs-situs pemerintahan dari penyusup yang berniat jahat.

Namun, dalam pandangan yang negatif, hacking dianggap sebagai tindakan jahat, kriminal, dan melanggar hukum. Tidak ada hal baik yang dapat dihasilkan dari aktivitas hacking. Jika ada, manfaatnya tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan. Hacking digunakan untuk menyusup ke dalam “sistem” orang lain tanpa izin, kemudian melakukan apa pun yang diinginkan seperti mengambil informasi, memanipulasi sistem, atau bahkan merusak sistem tersebut.

Siapa yang melakukannya? Orang yang melakukan aktivitas hacking disebut hacker. Ada beberapa pengertian hacker berdasarkan literatur. Pertama, hacker adalah orang yang menggunakan keterampilan dan teknik tertentu untuk mengeksploitasi sistem dan mendapatkan akses ke dalamnya secara ilegal. Contoh hacker pada kategori ini adalah Kevin Mitnick.

Di sisi lain, hacker juga dapat diartikan sebagai orang yang ahli, bahkan sangat ahli, dalam bidang komputer seperti pemrograman, administrasi, dan keamanan. Linus Trovald yang mengembangkan Linux bisa menjadi contoh yang baik untuk kategori yang kedua ini.

Hacking memiliki berbagai tujuan, tergantung dari sudut pandang orang yang melakukannya. Oleh karena itu, ada beberapa tipe hacker berdasarkan tujuan mereka dalam melakukan hacking.

1. White hat atau hacker topi putih adalah hacker yang menerobos sistem atau jaringan dengan izin dari pemilik sistem. Tujuannya adalah untuk mencari dan memahami kelemahan sistem tersebut agar dapat diperbaiki dan ditingkatkan.

2. Black hat atau hacker topi hitam adalah hacker yang dengan sengaja mencari kelemahan suatu sistem atau jaringan tanpa sepengetahuan pemilik sistem, lalu menggunakan kelemahan tersebut untuk keuntungan pribadi.

3. Grey hat atau hacker topi abu-abu adalah tipe hacker yang mencari kelemahan suatu sistem atau jaringan tanpa niat jahat. Mereka melakukannya semata-mata karena tertarik dengan dunia hacking dan tantangannya.

Orang yang melakukan hacking masuk ke dalam kategori white hat hacker karena tidak melakukan kerusakan. Namun, orang yang melakukan cracking masuk ke dalam kategori black hat hacker.

Apa itu Cracking?

Secara sederhana, cracking adalah aktivitas hacking yang ilegal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Orang yang melakukan cracking disebut cracker. Dengan kata lain, cracker adalah hacker yang jahat. Meskipun hacking dan cracking sama-sama melibatkan penetrasi sistem keamanan komputer atau jaringan, hacking lebih fokus pada proses penetrasi, sedangkan cracking lebih fokus pada hasil akhir untuk kepentingan pribadi.

Tahap pertama dalam peretasan adalah INFORMATION GATHERING atau pengumpulan informasi. Tujuan dari pengumpulan informasi adalah untuk mendapatkan semua informasi tentang target yang akan diretas. Ada beberapa cara untuk mengumpulkan informasi tentang target.

1. Footprinting, bertujuan untuk mencari rincian informasi sistem yang menjadi target. Database whois dapat digunakan untuk mencari informasi tentang sebuah situs. Contohnya adalah http://www.ripe.net untuk situs di Eropa, http://www.apnic.net untuk situs di Asia Pasifik, dan http://idbic.net untuk situs di Indonesia.

2. Scanning, digunakan untuk mengetahui apakah sistem tersebut hidup atau tidak. Metode yang digunakan antara lain ping sweep untuk mengetahui apakah sistem yang digunakan aktif atau tidak, serta port scan untuk memeriksa layanan dan status TCP dan UDP.

3. Enumeration adalah aktivitas intensif untuk mencari sistem yang memiliki proteksi yang lemah. Dalam tahap ini, diharapkan mendapatkan informasi tentang nama akun pengguna, kelemahan perangkat lunak, dan konfigurasi yang salah.

Itulah sedikit pengetahuan umum dan dasar tentang hacking. Perlu diingat bahwa langkah-langkah seorang hacker tidaklah kaku, melainkan harus fleksibel dan adaptif terhadap perubahan dan kondisi apa pun. Karena perkembangan teknologi selalu terjadi, sehingga alat dan cara yang efektif saat ini mungkin tidak lagi efektif di masa yang akan datang.

Pada postingan selanjutnya, kita akan membahas hacking secara lebih mendalam. Semoga artikel ini bermanfaat dan jika ada pembaca yang memiliki pemahaman lebih, silakan berbagi dengan kami dalam kolom komentar.