Grid merupakan salah satu elemen penting dalam pembuatan isometrik art. Dengan menggunakan grid, kita dapat memperoleh tata letak yang rapi dan proporsional pada objek-objek dalam gambar isometrik. Cara membuat grid untuk isometrik art sangatlah penting untuk menghasilkan karya yang estetis dan terstruktur. Dalam artikel ini, akan dijelaskan langkah-langkah dalam pembuatan grid untuk isometrik art beserta beberapa tips dan trik untuk mengoptimalkan penggunaan grid tersebut.
Cara Membuat Grid untuk Seni Isometrik yang Lebih Mudah

Pada artikel sebelumnya, TechSignic telah membahas tentang Apa Itu Seni Isometrik. Jika Anda pernah melihat tutorial video atau website yang menunjukkan cara membuat desain isometrik, langkah pertama yang mereka lakukan adalah membuat grid atau bidang kerja berisi garis-garis yang diatur posisinya dengan rapi. Jika Anda masih baru mengenal seni desain isometrik, Anda bisa membayangkan buku kotak-kotak yang biasa digunakan saat belajar matematika di SD, SMP, dan SMA. Namun, grid yang digunakan untuk mendesain objek isometrik bukanlah seperti itu. Ada beberapa cara untuk membuat grid yang cocok untuk membuat desain isometrik, dan dalam artikel kali ini, kita akan membahas satu per satu. Untuk tutorial kali ini, kita akan menggunakan CorelDraw, tetapi penerapannya dapat dilakukan dengan software lain dengan istilah yang sedikit berbeda.

Cara Pertama:
1. Gunakanlah alat Graph Paper yang telah disediakan oleh CorelDraw. Anda dapat menggunakan shortcut dengan menekan tombol D pada keyboard. Atur jumlah baris dan kolom yang ingin dibuat sesuai dengan kebutuhan Anda di properties bar. Pada tutorial ini, saya menggunakan ukuran 20 x 20.
2. Setelah grid selesai dibuat, pilih grid tersebut. Pilih menu Object, klik Transformations. Pilihlah Scale dan ubah nilai Y menjadi 86.602%. Terakhir, klik Apply. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tinggi grid.
3. Setelah Scale diubah, masih pada pilihan Transformations, klik ikon Skew dan ubah nilai X menjadi -26.56 derajat, maka tampilan grid akan berubah seperti gambar di bawah.
4. Langkah terakhir, klik ikon Rotate yang juga terdapat di Transformations. Lalu ubah Nilai angle of rotation menjadi -26.56 derajat.
5. Ubah warna outline grid untuk memudahkan dalam pembuatan bangunan. Menurut saya, lebih mudah memberikan warna biru terang pada grid. Jika Anda ingin membuat grid untuk objek isometrik dengan sudut proyeksi 30 derajat, lewati langkah nomor 2, dan ubah semua angka 26.56 menjadi 30.

Cara Kedua:
Kali ini, kita tidak akan membuat grid menggunakan alat grid, tetapi menggunakan alat lain yaitu 2 Point Line tool. Kita akan membuat grid secara manual, dan bentuk grid ini sedikit berbeda dengan grid yang telah kita buat sebelumnya. Grid ini menggunakan tiga poros yaitu x, y, z.
1. Langkah pertama, klik ikon 2 Point Line tool pada toolbar. Lalu buat garis lurus vertikal sepanjang yang Anda inginkan, sesuai dengan kebutuhan Anda. (Ini untuk membuat garis Z)
2. Lalu klik submenu Transformations yang terdapat di menu Object, klik ikon Position untuk menggandakan garis vertikal yang telah kita buat tadi. Atur jarak antar garis menjadi 10 mm dan ubah di kolom X.
3. Pada kolom Copies, masukkan angka sesuai dengan jumlah garis yang ingin Anda buat. Jangan lupa tekan tombol Apply.
4. Setelah terbentuk, pilih semua garis vertikal dan jadikan satu grup. Anda dapat mengklik ikon grup pada property bar, atau jika ingin menggunakan shortcut, tekan tombol CTRL+G pada keyboard.
5. Copy-paste garis vertikal yang baru saja kita jadikan satu grup. Lalu buka Transformations, pilihlah Rotate.
6. Atur rotate of Angle menjadi 60 derajat. (Garis yang baru saja dipaste harus dalam keadaan dipilih/diblok)
7. Setelah garis berubah posisi, copy-paste lagi garis tersebut dan klik ikon Mirror Horizontally.
8. Maka garis tersebut akan berubah posisi, menjadi berlawanan arah dengan garis sebelumnya. Saat ini, grid tipe kedua ini sudah selesai, dan Anda dapat melihat perbedaan dengan grid sebelumnya. Grid tipe kedua ini hanya cocok untuk membuat objek isometrik dengan sudut 30 derajat dari garis horizontal. Untuk melihat perbedaan antara objek isometrik dengan sudut 26.56 derajat dari garis horizontal (near-isometrik projection) dengan objek isometrik dengan sudut 30 derajat dari garis horizontal (isometrik projection), Anda dapat membacanya di Pengenalan Isometrik.

Cara Ketiga:
Jika Anda ingin membuat objek near-isometrik projection (sudut = 26.56 derajat) namun Anda juga ingin menggunakan grid tipe kedua yang telah kita buat sebelumnya, Anda dapat menggunakan cara ketiga ini. Cara ini berbeda, tetapi menghasilkan grid yang sama. Kali ini kita akan menggunakan alat polygon tool yang terdapat di toolbox.
1. Klik Polygon Tool atau tekan tombol Y pada keyboard (shortcut).
2. Lalu seret dan lepas mouse Anda di layar kerja sambil menekan tombol CTRL agar ukuran polygon menjadi presisi (setiap sisi memiliki panjang yang sama).
3. Saat objek masih dalam keadaan dipilih (diblok), atur nilai Scale objek di submenu Transformations. Atur nilai Y menjadi 86.602%. Klik Apply.
4. Copy-paste objek, tetapi jangan pindahkan posisi hasil copy-an. Biarkan objek pertama dan kedua saling berhimpitan satu sama lain.
5. Klik objek yang berada di atas, lalu klik ikon Shape, maka akan muncul garis biru putus-putus.
6. Klik kotak kecil yang berada di tengah garis sisi, pada gambar Anda dapat melihat posisinya berada di lingkaran yang berwarna kuning.
7. Tarik persegi kecil itu ke tengah poligon.
8. Hasil akhirnya dapat Anda lihat pada gambar di bawah.
9. Blok poligon yang baru saja kita olah, jadikan satu grup dengan menekan tombol CTRL+G atau klik ikon Group.
10. Atur Position di submenu Transformations, atur nilai X sesuai dengan lebar objek poligon, hal ini bertujuan agar hasil penggandaan berdampingan dengan rapi.
11. Atur jumlah poligon yang ingin Anda buat di kolom Copies. Klik Apply.
12. Lalu pilih semua poligon, jadikan satu grup.
13. Copy paste sebanyak yang Anda inginkan.
14. Hasil akhirnya kurang lebih seperti gambar di bawah. Susunlah polygon sebanyak yang Anda inginkan. Atur juga warna outline sesuai dengan keinginan Anda, yang penting bisa membuat Anda nyaman saat bekerja. Ada juga beberapa desainer yang tidak menggunakan GRID untuk membuat objek isometrik. Caranya adalah dengan membuat setiap sisi objek (kiri, kanan, atas) satu per satu dan atur scale, skew, dan rotate sehingga objek menjadi isometrik, atau biasa disebut dengan Metode SSR. Caranya dapat Anda lihat pada gambar di bawah. Pada gambar tersebut, kita ingin membuat kubus. Anda harus menyiapkan gambar sisi kiri, kanan, dan atas objek. Cara yang sama dapat Anda lakukan untuk objek lainnya. Semua tahapan memanfaatkan opsi-opsi yang terdapat di submenu Transformations. Itulah beberapa tahapan untuk membuat grid yang akan membantu kita dalam membuat objek isometrik. Mungkin Anda memiliki cara lain yang lebih efisien, silakan berbagi ilmu dengan kami semua. Jika ada yang ingin ditanyakan, Anda dapat bertanya di kolom komentar di bawah. Semangat berkarya!!! Pastikan artikelnya human friendly dan nyaman dibaca oleh manusia.