Gaya desain skeumorphism adalah salah satu pendekatan desain yang telah lama ada dan memiliki penggemar setianya. Gaya ini mengadopsi tampilan fisik benda nyata ke dalam desain digital, menciptakan ilusi visual yang menarik dan akrab bagi pengguna. Penerapan skeumorphism banyak ditemukan dalam antarmuka pengguna (UI) aplikasi dan situs web, di mana elemen-elemen seperti tekstur, bayangan, dan efek 3D digunakan untuk meniru objek fisik. Meskipun gaya desain ini memiliki kelebihan yang dapat meningkatkan keterlibatan pengguna, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang gaya desain skeumorphism, baik dari sisi positif maupun negatifnya.
Gaya Desain Skeumorphism: Lebih Dalam Mengenal dan Memahami Tren Desain yang Sedang Populer

Apakah kamu pernah mendengar tentang desain “Skeumorphism”? Jika kamu masih awam dalam dunia desain, mungkin kamu belum begitu familiar dengan istilah ini. Sebagai seseorang yang telah lama mempelajari desain, saya sendiri baru-baru ini baru mendengar tentangnya. Meskipun mungkin kamu pernah melihat desain ini sebelumnya, tetapi tidak tahu apa namanya, seperti saat kamu bertemu seseorang tapi tidak tahu namanya. Hehe..

Dari ketidaktahuan tersebut, saya ingin membuat artikel tentang desain “Skeumorphism” agar kamu juga dapat mengenal dan memahami jenis tren desain yang sedang populer ini. Pada postingan sebelumnya di TechSigntic, desain ini sudah pernah disinggung, tetapi hanya secara sekilas. Sekarang, mari kita mengenalnya lebih dalam.

Apa itu “Skeumorphism”?

Dalam konteks desain antarmuka digital, “Skeumorphism” adalah elemen yang terlihat seperti benda dunia nyata. Contohnya adalah tekstur kayu, kertas robek, dan pita yang dijahit. Namun, banyak pendapat yang berbeda mengenai apakah “Skeumorphism” menambah atau mengurangi kegunaan suatu desain. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering kali diajukan oleh sebagian orang.

Pengaruh Perusahaan Apple

Perusahaan Apple memiliki pengaruh yang besar dalam mengembangkan gaya desain “Skeumorphism” baru-baru ini. Aplikasi seperti Calendar, Find My Friends, dan iBooks menggunakan fitur desain “Skeumorphism” dan pengaruh ini juga biasanya terlihat pada desain aplikasi lainnya di pasaran. Tidak hanya pada aplikasi, gaya desain ini juga sudah banyak digunakan dalam desain antarmuka pengguna (User Interface) pada situs web.

Kelebihan “Skeumorphism”

Gaya desain “Skeumorphism” membuat pengguna lebih akrab dengan antarmuka. Berinteraksi dengan elemen yang terlihat nyata dapat membantu pengguna merasa lebih nyaman. Hal ini sangat berguna terutama bagi pengguna yang tidak sepenuhnya nyaman dengan teknologi modern. Apple sangat piawai dalam menargetkan kelompok pengguna yang lebih tua dan kurang berpengalaman. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika aplikasi kalender terlihat seperti kalender asli.

Selain itu, “Skeumorphism” juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan atau membangkitkan emosi tertentu. Dengan meniru tampilan objek dunia nyata, elemen digital juga dapat menyampaikan sifat-sifat lain dari objek tersebut. Sebagai contoh, tekstur kertas dapat membangkitkan ingatan tentang bentuk kertas itu sendiri. Objek yang terlihat seperti tombol juga menunjukkan bahwa objek tersebut dapat ditekan atau diklik. Dengan kata lain, “Skeumorphism” dapat digunakan untuk mengkomunikasikan tema suatu situs web atau aplikasi secara cepat dan jelas.

Kekurangan “Skeumorphism”

Meskipun antarmuka “Skeumorphism” dapat meningkatkan kegunaan dengan memanfaatkan elemen yang sudah dikenal oleh pengguna, tetapi jika tidak dilakukan dengan benar, hal ini juga dapat menyebabkan kebingungan bagi pengguna. Ketika pengguna menemukan elemen yang menyerupai sesuatu yang mereka kenal di dunia nyata, mereka juga akan mengharapkan perilaku yang sama. Oleh karena itu, penggunaan antarmuka “Skeumorphism” tidak selalu efisien bagi aplikasi atau situs web kamu.

Selain itu, gaya desain “Skeumorphism” yang memiliki efek yang berlebihan juga dapat menghabiskan ruang pada layar, terutama bagi pengguna ponsel dengan layar kecil.

Alternatif Desain Lainnya

Meskipun gaya desain “Skeumorphism” sedang populer saat ini, ini bukanlah satu-satunya cara untuk menciptakan tampilan yang menarik. Contohnya adalah aplikasi iPhone populer seperti Clear, yang menggunakan antarmuka yang sangat sederhana dan minimalis. Desain ini membedakan aplikasi ini dari yang lain yang menggunakan tekstur notepad, kotak centang, dan elemen “Skeumorphism” lainnya.

Sedangkan dalam sistem operasi terbaru Microsoft, Windows 10, mereka menggunakan gaya desain antarmuka yang tajam, solid, dan sederhana yang dikenal dengan sebutan “Metro”. Dari sini, kita dapat melihat bahwa Microsoft memilih jalur yang berbeda dengan Apple.

Kesimpulan

Gaya desain “Skeumorphism” mungkin sedang populer saat ini, tetapi popularitas ini akan berkurang seiring berjalannya waktu. Pendapat mengenai gaya ini akan bergantung pada selera pribadi masing-masing individu. Pengguna yang sudah berpengalaman mungkin menganggap “Skeumorphism” tidak perlu, sementara pengguna yang awam mungkin lebih menghargainya.

Dalam memilih jenis gaya desain untuk antarmuka, perlu mempertimbangkan baik sisi positif maupun negatif dari “Skeumorphism”. Artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dalam memahami tren desain yang sedang populer saat ini.