Laptop Dell 2 in 1 Latitude 7285 adalah inovasi terbaru yang bisa membuat pengguna terkagum-kagum. Yang membuatnya begitu istimewa adalah charger tanpa kabel yang digunakan. Ya, Anda tidak salah dengar! Laptop ini menjadi laptop pertama di dunia yang menggunakan charger tanpa kabel, yang tentunya membuat pengalaman pengisian daya menjadi lebih praktis dan efisien. Tidak perlu lagi repot mencari colokan atau kabel yang seringkali membuat ruangan terlihat berantakan. Dengan teknologi wireless charging yang telah dimiliki oleh Laptop Dell 2 in 1 Latitude 7285, pengguna hanya perlu meletakkan laptop ini pada docking station khusus, dan daya akan terisi secara otomatis. Inovasi ini membuktikan bahwa Dell terus berusaha memberikan solusi yang lebih baik dan nyaman bagi para penggunanya. Dengan desain yang elegan dan performa yang handal, Laptop Dell 2 in 1 Latitude 7285 siap menjadi teman setia dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Laptop Dell 2 in 1 Latitude 7285: Inovasi Terbaru dengan Wireless Charging

Ketika mendengar judul “Laptop Dell 2 in 1 Latitude 7285, Laptop Pertama yang Menggunakan Charger Tanpa Kabel”, siapa yang tidak tertarik? Teknologi semakin canggih dan inovatif, dan laptop ini adalah salah satu contohnya. Mari kita bahas lebih lanjut.

Pada ajang CES (Consumer Electronics Show) 2017 yang baru-baru ini diadakan, Dell melakukan demonstrasi pengisian daya laptop terbarunya yang diberi nama Latitude 7285. Laptop 2 in 1 ini dapat berfungsi sebagai laptop dan tablet. Proses pengisian daya dilakukan dengan meletakkan keyboard laptop di atas charging mat. Charging mat ini berfungsi sebagai transmitter atau stationary. Proses pengisian daya dimulai saat rangkaian elektronik pada transmitter mengkonversi arus DC (Direct Current) menjadi arus AC (Alternating Current) berfrekuensi tinggi.

Frekuensi tinggi ini mengalir pada kumparan coil yang menghasilkan medan magnet. Pada keyboard laptop juga terdapat perangkat yang serupa dengan charging mat, disebut Receiver. Saat Receiver didekatkan dengan medan magnet, energi yang berkumpul di medan magnet menginduksi Frekuensi AC pada kumparan coil di Receiver. Rangkaian elektronik pada Receiver kemudian mengkonversi kembali arus AC tersebut menjadi arus DC, yang dapat digunakan sebagai daya bagi laptop.

Meskipun teknologi wireless power sudah umum digunakan untuk mengisi daya baterai smartphone, Dell menjadi perusahaan pertama yang memproduksi laptop dengan wireless power. Namun, pengisian daya nirkabel ini bukanlah fokus utama Dell dalam laptop Latitude 7285. Dell menawarkan tiga opsi keyboard, termasuk charging keyboard ini, untuk Latitude 7285. Opsi lainnya adalah slim travel keyboard dan keyboard dengan power pack yang memiliki persediaan baterai untuk 4 jam.

Dell belum memiliki rencana jangka panjang untuk mengembangkan pengisian daya nirkabel pada perangkat baru mereka. Hal ini dikarenakan proses pengisian daya yang lambat dan masih terbatas pada perangkat dengan daya rendah. Namun, Dell menyebutkan bahwa daya yang diisi melalui proses nirkabel cukup kuat untuk menjaga laptop tetap menyala saat bepergian jauh. Dell belum mengungkapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai sampai penuh menggunakan wireless power.

Selain itu, wireless charging belum dapat bekerja secara optimal pada laptop gaming Alienware. Hal ini dikarenakan diperlukan arus yang besar agar processor dapat menjalankan laptop gaming. Teknologi wireless charging saat ini belum mampu melakukannya.

Apakah Dell akan terus mengembangkan laptop dengan wireless charging? Semuanya tergantung pada kemampuan, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya, dan tipe baterai yang digunakan pada teknologi ini. Karenanya, pengisian daya nirkabel ini merupakan fitur opsional dan charging menggunakan kabel dapat dilakukan melalui port USB-C.

Laptop Latitude 7285 akan tersedia sekitar bulan Mei atau Juni dengan harga sekitar US$1.099 atau sekitar 14 jutaan. Charging mat dan charging keyboard dijual terpisah. Kamu juga bisa membeli Latitude 7285 tanpa charging mat dan charging keyboard. Laptop ini memiliki fitur SSD (Solid State Drive) dengan kapasitas hingga 512GB, 2 port USB-C dengan Thunderbolt 3, dan standar 802.11ac WiFi. Jika dilengkapi dengan charging mat dan charging keyboard, baterai Latitude 7285 bisa bertahan hingga 15 jam.

Pengisian daya nirkabel memang menjadi fitur yang dibutuhkan oleh perangkat mobile yang dapat digunakan secara fleksibel. Dell berharap Latitude 7285 dapat menjawab kebutuhan konsumen akan perangkat yang benar-benar wireless.

Apakah kamu tertarik dengan teknologi ini? Mari kita tunggu waktu rilisnya dan lihat apakah laptop ini akan sukses di pasaran. Kita tidak pernah tahu keinginan konsumen yang dapat berubah setiap waktu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi menarik bagi kita semua.