Flat design merupakan salah satu tren desain yang telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir. Desain ini ditandai dengan penggunaan warna yang cerah, bentuk sederhana, dan tampilan minimalis. Meskipun terdapat banyak penggemar flat design yang menganggapnya sebagai inovasi yang segar dan modern, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat juga pendapat yang berbeda. Beberapa orang mengkritik flat design karena dianggap terlalu datar dan kurang menarik secara visual. Meskipun demikian, flat design telah menjadi populer di berbagai platform dan digunakan secara luas dalam pembuatan aplikasi dan situs web. Pertanyaannya adalah, apakah flat design hanya sekedar tren sementara, ataukah ia memiliki masa depan yang cerah? Dalam artikel ini, akan kita teliti lebih dekat tentang aspek positif dan negatif dari flat design serta mempertimbangkan kemungkinan perkembangannya di masa depan.
Apa Itu Flat Design dan Mengapa Penting dalam Dunia Desain?

Flat design merupakan gaya desain yang sederhana dan minimalis yang telah menjadi tren dalam industri desain. Gaya visual ini didasarkan pada prinsip minimalisme dan dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk desain.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, flat design adalah gaya desain grafis modern yang menggunakan elemen minimalis dan bukan berbasis 3D. Flat design membantu memfokuskan perhatian pada konten tanpa mengganggu pemirsa dengan efek visual yang berlebihan. Gaya desain ini menekankan kesederhanaan elemen dan pada saat yang sama membuat antarmuka lebih responsif, cepat, dan mudah digunakan.

Perbedaan utama antara flat design dan skeuomorphism design adalah bahwa flat design tidak menyerupai objek atau proses dunia nyata seperti skeuomorphism design. Gaya skeuomorphism menggunakan efek seperti bayangan, tekstur realistis, pantulan, beveling, dan embossing.

Popularitas Flat Design

Flat design mulai menjadi tren yang dikenal luas pada tahun 2012 dan 2013. Tren ini semakin populer setelah peluncuran Windows 8 dan iOS 7. Namun, karena flat design telah ada selama beberapa tahun dan masih diminati, kita perlu melihat sisi positif dan negatif serta arah perkembangannya di masa depan.

Positif dari Flat Design

1. Cocok dengan Desain Responsif
Flat design menjadi pendekatan baru yang populer dalam pengalaman pengguna (user experience) setelah Microsoft dan Apple mengadopsinya. Gaya desain ini terus populer dalam desain web, seluler, dan user interface karena lebih cocok dan estetis.

2. Fleksibel
Tampilan flat design cenderung memiliki komposisi yang disusun oleh bentuk geometris yang seragam. Tata letak ini memiliki tempat untuk setiap elemen desainnya, sehingga mudah dinavigasi dengan cepat. Grid juga merupakan kerangka kerja yang fleksibel sehingga desainer dapat membuat pengaturan yang paling sesuai dengan konten yang mereka tampilkan.

3. Tipografi Bersih dan Terlihat
Flat design juga memperluas pendekatan desainer terhadap typesetting, yang sering kali menghasilkan tipografi yang lebih besar dan lebih ramping. Tidak adanya bayangan dan efek lainnya membuat teks lebih mudah dibaca. Jenis huruf sans-serif adalah pilihan yang paling populer dan cocok untuk gaya flat design, namun font serif dan tipografi sederhana lainnya juga dapat digunakan.

4. Hemat
Flat design tidak menghabiskan banyak ruang penyimpanan karena ukuran file cenderung lebih kecil saat memproses antarmuka untuk desain web, seluler, dan user interface.

Negatif dari Flat Design

1. Kegunaan yang Kurang Optimal
Salah satu kelemahan flat design adalah beberapa desainer tidak memikirkan unsur estetika. Hal ini dapat berdampak negatif pada kegunaan desain yang seharusnya menghasilkan karya seni yang indah. Pada desain web, pengguna seringkali sulit menentukan elemen yang dapat diklik karena semuanya memiliki tampilan yang sama. Hal ini membuat pengguna sering melewatkan ikon-ikon penting.

2. Kurang Istimewa
Flat design terkadang menghasilkan desain yang terlihat mirip satu sama lain. Desainer yang menggunakan gaya ini memiliki pilihan yang terbatas untuk diterapkan pada proyek mereka.

3. Terlalu Fokus pada Estetika Trendy
Flat design sering muncul dalam daftar tren desain karena kesan teknologi modern atau reflektif. Namun, beberapa desainer cenderung mengikuti tren tanpa memikirkan kegunaan desain tersebut.

Masa Depan Flat Design

Flat design 2.0 merupakan perkembangan dari gaya desain ini. Gaya desain ini menunjukkan desain yang hampir datar namun memiliki bayangan, highlights, dan layer untuk memberikan kedalaman dan kesan nyata pada desain. Beberapa elemen dalam flat design 2.0 meliputi long shadows, bright color palettes, simply typography, ghost buttons, dan minimalism.

Selain itu, desain material juga menjadi tren yang berkembang dalam flat design. Desain material adalah bahasa visual yang dikembangkan oleh Google yang menekankan tata letak berbasis grid dan fitur seperti warna yang tenang, tampilan dari tepi-ke-tepi, tipografi berskala besar, dan space putih yang disengaja untuk menciptakan tampilan grafis yang berani. Gaya ini menggunakan pendekatan yang terinspirasi oleh kertas dengan isyarat visual yang didasarkan pada kenyataan untuk membantu pengguna memahami dan menavigasi desain dengan cepat.

Google telah menyediakan panduan desain material yang dapat digunakan oleh desainer untuk menerapkan gaya ini dalam karya mereka sendiri. Desainer juga dianjurkan untuk bereksperimen dengan interpretasi dan modifikasi gaya flat design dan material untuk menciptakan tren baru.

Kes