Radiator mobil tua merupakan salah satu komponen penting yang harus tetap dijaga kinerjanya agar mobil dapat beroperasi secara optimal. Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin mobil yang dapat menghasilkan panas saat beroperasi. Namun, seiring dengan usia mobil yang semakin tua, radiator juga dapat mengalami penurunan kinerja dan mengakibatkan overheating pada mesin. Oleh karena itu, diperlukan beberapa tips merawat radiator mobil tua agar tetap optimal.

Mantap! Cara Merawat Radiator Mobil Tua Agar Tetap Awet dan Joss

Hai teman-teman, kali ini kita bakalan bahas nih tentang cara merawat radiator mobil tua biar tetap awet dan nggak rewel. Radiator mobil tua emang jadi favorit banyak orang, terutama buat pecinta mobil klasik. Tapi kita harus jaga kondisinya dengan baik supaya tetap berfungsi optimal. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kalian coba.

1. Bersihin Radiator secara Teratur, Biar Kinclong!

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membersihkan radiator secara teratur. Nah, debu, kotoran, dan kerak yang numpuk di radiator bisa mengganggu aliran udara yang penting buat bikin mesin nggak panas berlebihan. Kalian bisa membersihkannya pakai sikat atau kuas lembut sama air bersih. Jangan lupa biarkan radiator kering dulu sebelum dipasang lagi, supaya nggak rusak karena korosi ya.

Oh iya, jangan lupa juga bersihin kipas dan kisi-kisi pendingin udara di depan radiator. Pastikan nggak ada kotoran atau debu yang ngeblokir aliran udara. Kalau kita rajin membersihkan radiator, kita bisa jaga performa mesin dan nggak usah khawatir overheating.

2. Cek dan Ganti Coolant Secara Berkala, Biar Mesin Nggak Overheat

Pemeriksaan dan penggantian coolant juga nggak boleh kita lewatkan, nih. Coolant atau cairan pendingin berfungsi buat ngejaga suhu mesin tetap stabil. Lama-kelamaan, coolant bisa kotor karena debu dan partikel lainnya. Makanya, perlu diganti secara berkala.

Buat cek coolant, pastiin dulu mesin udah dingin ya. Buka tutup radiator hati-hati dan periksa level coolant di dalamnya. Pastikan level coolant ada di antara batas minimum dan maksimum yang ada di tangki. Kalau terlalu rendah, tambahin coolant yang sesuai. Tapi kalau kelihatan kotor atau tercemar, lebih baik ganti coolant-nya sekalian.

Saat mengganti coolant, baca petunjuk penggunaan yang ada di kemasan ya. Dan jangan lupa buang coolant yang lama dengan benar, karena mengandung bahan kimia berbahaya buat lingkungan. Dengan rutin ganti coolant, radiator mobil tua kita bisa tetap berfungsi dengan baik dan nggak overheat.

3. Periksa Selang dan Klip Radiator, Biar Nggak Ada Kebocoran

Selang dan klip radiator juga penting buat diperiksa secara berkala, lho. Selang yang bocor atau kendor bisa membuat coolant bocor, sementara klip yang longgar bisa bikin bocor juga dan mengganggu aliran coolant. Kita harus cek selang dan klip secara visual, pastiin nggak ada kebocoran atau kerusakan pada selang, dan pastiin klip-nya pas dan rapat.

Kalau kita temuin selang yang bocor atau kendor, langsung aja ganti yang baru. Pastikan pakai selang yang sesuai dengan mobil kita ya. Dan pastiin klip radiator-nya pas dan nggak ada yang goyang. Dengan rutin memeriksa selang dan klip, kita bisa mencegah kebocoran coolant dan menjaga kinerja radiator mobil tua kita.

4. Jaga Level Air Radiator, Supaya Mesin Nggak Panas

Level air radiator juga perlu kita perhatikan supaya kinerja radiator mobil tua tetap maksimal. Pastiin level air radiator selalu di antara batas minimum dan maksimum yang ada di tangki. Kalau terlalu rendah, tambahin air bersih yang sesuai. Tapi kalau terlalu tinggi, kita perlu kurangin air radiator biar nggak kelebihan.

Ingat, gunakan air bersih atau air demineralisasi buat radiator. Jangan pakai air keran atau air yang banyak mineralnya, karena bisa ngebuat kerak di radiator dan mengganggu aliran udara dan coolant.

Jaga level air radiator secara teratur supaya radiator mobil tua tetap berfungsi dengan baik. Kalau sering nemuin level air yang aneh, mendingan periksain ke mekanik terpercaya, siapa tahu ada masalah sama sistem pendinginan mobil kita.

5. Periksa dan Ganti Radiator Cap, Biar Nggak Ada Kebocoran

Jangan lupa juga perhatiin kondisi radiator cap dalam merawat radiator mobil tua. Radiator cap penting buat menjaga tekanan di sistem pendinginan dan mencegah kebocoran coolant. Cek kondisi radiator cap secara rutin, pastiin nggak ada kebocoran dan periksa seal-nya juga.

Kalau kita temuin kebocoran atau seal-nya rusak, segera ganti dengan yang baru. Pastikan pakai radiator cap yang sesuai dengan mobil kita. Dan ganti radiator cap secara rutin juga disarankan, karena seal-nya bisa aus seiring waktu.

Perhatiin juga tekanan saat membuka radiator cap. Kalau kita kesulitan buka atau tekanannya terlalu tinggi, lebih baik periksain ke mekanik terpercaya. Bisa jadi ada masalah sama sistem pendinginan mobil kita, nih.

Penutup

Jadi, merawat radiator mobil tua itu penting banget supaya mobil kita tetap joss. Membersihkan radiator secara teratur, cek dan ganti coolant, periksa selang dan klip, jaga level air radiator, serta periksa dan ganti radiator cap secara berkala, adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan.

Dengan merawat radiator mobil tua dengan baik, kita bisa mencegah mesin overheating dan menjaga performa mobil kita. Jangan lupa selalu ikuti petunjuk perawatan di buku panduan mobil kita ya. Kalau ada yang ragu atau nggak yakin, lebih baik minta bantuan mekanik terpercaya buat merawat radiator mobil tua kita.

Sumber: Pemkab.com