Warna dan Desain, Kombinasi yang Bisa Kamu Pilih untuk Pewarnaan pada Desain Grafis

Warna dan desain merupakan dua elemen penting dalam dunia desain grafis. Kombinasi yang tepat antara warna dan desain dapat menciptakan kesan yang kuat dan memukau pada karya grafis. Pewarnaan pada desain grafis memiliki peran yang sangat penting dalam menarik perhatian dan menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Dalam memilih kombinasi warna untuk pewarnaan, kita perlu mempertimbangkan faktor estetika, emosi yang ingin disampaikan, serta kesesuaian dengan tujuan desain tersebut. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar dalam pemilihan warna dan desain, kita dapat menghasilkan karya grafis yang memukau dan efektif dalam menyampaikan pesan kepada target audiens.
Warna dan Desain, Kombinasi Warna pada Desain Grafis

Saat membuat sebuah karya desain grafis, seringkali kita kesulitan dalam memilih warna yang tepat. Setiap warna memiliki nilai psikologi tersendiri, namun terkadang kita kurang tahu bagaimana memilih warna yang menyatu dan nyaman dilihat oleh mata.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar tentang warna dari dasar. Dalam proses pembelajaran ini, kita sebaiknya belajar bersama-sama agar kita dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ada pepatah mengatakan, “Belajarlah dengan beramai-ramai agar ilmu yang didapat semakin berkah.”

Salah satu hal yang penting untuk diketahui adalah color wheel atau roda warna. Pada awal belajar, muncul pertanyaan mengapa disebut sebagai roda? Mungkin karena bentuknya yang seperti lingkaran. Namun, mengapa tidak dinamai donat warna? Mungkin karena roda selalu berputar, sedangkan donat memiliki lubang di tengahnya.

Prinsip utama pada roda warna adalah percampuran. Pada awalnya, hanya ada tiga warna primer, yaitu merah, biru, dan kuning. Ketika ketiga warna ini dicampur, akan menghasilkan warna sekunder. Kemudian, percampuran warna primer dengan sekunder akan menghasilkan warna tersier.

Dalam cerita yang sederhana, pada zaman dahulu kala hiduplah tiga warna, yaitu merah, biru, dan kuning. Mereka selalu bersama dalam keadaan apapun. Suatu hari, si merah meminta sedikit warna dari si biru dan memberikan sedikit warna dari dirinya. Akhirnya, warna ungu pun muncul. Mereka sangat senang memiliki teman baru dan mulai mencampur warna di sana-sini, sehingga munculah warna-warna baru. Mereka hidup bahagia sampai sekarang.

Pada color wheel, terdapat beberapa aturan pewarnaan yang dapat kita terapkan, antara lain:

1. Warna Monokromatik: Pada pewarnaan ini, hanya menggunakan satu warna inti dari 12 warna yang ada di color wheel. Namun, bukan berarti hanya menggunakan satu warna saja dalam desain, melainkan menggunakan variasi berbagai intensitas gelap dan terang dari warna inti tersebut. Pewarnaan monokromatik terlihat sederhana namun elegan.

2. Warna Analog: Warna analog adalah warna yang berdekatan dalam roda warna, misalnya hijau dengan kuning, kuning dengan oranye, dan sebagainya. Pewarnaan dengan menggunakan warna analog lebih kaya akan kontras namun tetap menghasilkan keselarasan.

3. Warna Komplementer: Warna komplementer adalah warna yang saling berseberangan dalam roda warna, seperti biru dengan oranye. Pewarnaan dengan menggunakan warna komplementer dapat digunakan dengan memilih satu warna dominan sebagai background dan menggunakan warna komplementer sebagai aksen pelengkap.

4. Warna Triad: Warna triad adalah tiga warna yang membentuk segitiga sama kaki dalam roda warna. Pewarnaan dengan menggunakan warna triad menghasilkan kontras yang kuat, namun tidak sekuat warna komplementer. Perpaduan warna triad akan menghasilkan warna baru yang dapat digunakan dalam desain.

Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang warna. Masih banyak lagi yang perlu dipelajari agar pemahaman kita semakin mendalam. Semangat belajar!